Demi Desak Pengesahan RUU PKS

Demi Desak Pengesahan RUU PKS

Demi Desak Pengesahan RUU PKS

Demi Desak Pengesahan RUU PKS – Yacko mengungkapkan kegeramannya terhadap dicabutnya Rancangan Undang-Undang Kekerasan Seksual (RUU PKS) dari Program legislasi nasional (Prolegnas) prioritas lewat sebuah lagu yang dia unggah di akun Instagram dan YouTube-nya.

Rapper kelahiran 10 Oktober 1979 itu membuat dua versi dari lagu tersebut. Lagu pertama berdurasi satu menit ia unggah di Instagram dan lagu kedua berdurasi dua menit, ia mengunggahnya di YouTube.

Yacko mengaku proses penulisan lagu tersebut terbilang cepat. Sebab lagu itu keluar sebagai ungkapan rasa marahnya terhadap oleh para wakil rakyat yang duduk di DPR RI.

“Aku bahkan pernah pada saat manggung, pada saat crowd surfing itu dadaku diremas dengan sengaja, itu tuh pernah kejadian,” ceritanya.

Menurut Yacko, tindak kekerasan dan pelecehan seksual yang terjadi di industri musik dan bidang lainnya sebenarnya banyak terjadi. Hanya saja hal itu menjadi fenomena gunung es karena baru sedikit yang berani berbicara.

“Prosesnya itu cepet banget sih, karena waktu denger berita itu, itu juga sudah kaget. Kok seperti itu? Sudah beberapa kali Women’s march dan banyak sekali yang minta bill itu disahkan. Dari situ, kalau aku namanya juga senjataku hanya lagu ya. Jadi bener-bener berbekal dari situ, aku langsung mikir ya sudah aku harus bikin lagu untuk ini,” ujar Yacko.

Di malam yang sama, Yacko langsung menuliskan liriknya dalam kurun waktu 15 menit. Nyaris 90 persen liriknya ia tulis sendiri. Sedangkan sisanya ada yang ia ambil dari tulisan milik Anindya Restuviani atau Vivi dari Hollaback Jakarta dan Jakarta Feminist.

“Setengah 3 pagi dia kirim, sudah aman lagunya, begitu bangun pagi langsung aku bikin kumpulan videonya. Minta teman-teman untuk izin share foto-fotonya, jam 12 aku rilis,” ungkap dia.

Dalam video dari lagu itu, Yacko menampilkan sejumlah aktivis perempuan dan artis sebut saja Hannah Al Rashid, Kartika Jahja, Gustika, Teraya Parametha dan lain-lain.

Pada video itu terdapat pula dokumentasi pribadi Yacko yang diambil saat mengikuti aksi Women’s March dan kliping berita terkait soal RUU PKS.

Sedangkan pada video versi panjang yang diunggah di YouTube, Yacko memasukan dokumentasi dari Aliansi Laki-laki Baru. “Aku pinginnya (menunjukkan) nggak cuman perempuan yang mendukung RUU PKS. Seharusnya kekerasan gender tidak dilakukan,” jelasnya.

Lagu tersebut terbilang dibuat secara mendadak dan tergesa sebagai luapan kegeraman Yacko atas penundaan pengesahan RUU PKS yang telah diharapkan sejumlah pihak sedari lama.

Oleh karena itu, Yacko berencana membuat ulang lagu tersebut dengan lebih matang setelah ini.

“Rencananya lagu itu memang ingin aku tulis (ulang) dalam bahasa Inggris. Kemungkinan besar akan dibuatkan video klipnya juga, aku ingin bikin yang lebih proper. Kalau kemarin itu benar-benar spontan. Nanti versi bahasa Inggrisnya akan menggunakan beat yang sama,” kata dia.

Sebelumnya, RUU PKS ditarik dari Prolegnas tahun ini oleh DPR RI bersama dengan 15 RUU lainnya. Padahal, sejumlah aktivis anti kekerasan seksual telah memperjuangkan pengesahan RUU tersebut dalam jangka waktu yang lama.

Selain Yacko, sejumlah artis lainnya juga turut bersuara melalui media sosial yang mereka miliki, di antaranya Hannah Al Rashid, Kartika Jahja, Luthesa, dan lain-lain.

Comments are closed.