Fakta Beabadoobee yang Bangkitkan Musik Emo 2000an 

Fakta Beabadoobee yang Bangkitkan Musik Emo 2000an 

Fakta Beabadoobee, Musisi Belia yang Bangkitkan Musik Emo 2000an

Fakta Beabadoobee yang Bangkitkan Musik Emo 2000an – Meski lagunya yang berjudul Kopi telah dikenal banyak orang, namun tidak banyak orang yang mengatahui siapa Beatrice Kristi Laus atau yang dikenal dengan nama panggung Beabadoobee atau Bea Kristi.

Beabadoobee memang tak setenar Zara Larsson atau Download Aplikasi IDNPlay Terbaru Ariana Grande di Indonesia, namun namanya mulai booming di kalangan pecinta musik indie. Bea, nama panggilannya ternyata mampu menyuguhkan angin segar di tengah kejenuhan pendengar akan musik yang itu-itu saja. Kenalan lebih jauh dengannya pencipta lagu Coffee ini deh.

Bernama asli Bea Kristi Laus dan berasal dari keluarga imigran Filipina di Inggris

Bea lahir di tahun 2000 dan merupakan putri dari pasangan imigran Filipina di Inggris. Menjadi minoritas bahkan satu-satunya orang Filipina di sekolah khusus perempuan di negeri asing bukanlah pengalaman yang menyenangkan baginya.

Namun, itu yang membuatnya mengenal musik. Awalnya sebagai distraksi dari berbagai masalah di sekolah dan pergaulan, kini Bea seakan menemukan jalan hidupnya lewat musik yang dicintai banyak orang.

Setelah single ‘Coffee’ sepertinya Bea mencoba bergeser ke aliran musik emo khas akhir 90an dan awal 2000an

Bersama labelnya, Bea menemukan warna baru dalam musiknya. Jika lagu-lagu sebelumnya lebih bernuansa mellow dan sedih, Bea ternyata mengeksplorasi kemungkinan membuat lagu-lagu baru yang terinspirasi musik rock tahun 90 sampai awal 2000an.

Sebuah langkah bijak mengingat lagu indie bernuansa sedih dan dreamy sudah cukup jenuh di pasaran. Single berikutnya berjudul Care dan Sorry pun dirilis, jadi angin segar bagi pecinta musik yang merindukan lagu emo yang sedikit menghentak.

Bea akhirnya merilis album studio perdananya 16 Oktober 2020 berjudul ‘Fake It Flowers’

Tentu dengan merilis beberapa single, terbitlah album studio perdananya. Diberi judul Fake It Flowers, Bea memamerkan suara khasnya yang ternyata bisa berpadu dengan musik lantang. Ia mengaku karena warna suaranya yang lembut orang akan berekspektasi ia menyanyikan lagu-lagu sedih atau imut. Namun, albumnya yang sekarang benar-benar mengejutkan publik.

Dengarkan single terbaiknya dulu, baru deh maraton album debutnya di layanan streaming favoritmu

Satu lagi yang menarik dari Bea, ia mengaku ingin jadi figur yang ia dambakan saat masih berusia 15 tahun. Hal itu akhirnya terwujud mengingat ia kini memperpanjang daftar representasi musisi muda Asia yang layak diperhitungkan. Mari dukung karyanya.

Tenar karena single perdananya ‘Coffee’ yang bernuansa lo-fi rock dan viral di TikTok

Bea ternyata adalah otak di balik lagu Coffee yang kemudian diaransemen ulang oleh Powfu dan jadi viral di Tiktok dengan judul baru Death Bed (Coffee For Your Head). Lagu bernuansa lo-fi ini mengantarkannya jadi salah satu musisi muda paling dicari di dunia. Meski versi remix-nya viral, versi asli lagunya juga sangat populer di layanan streaming musik.

Dikontrak label rekaman Dirty Hit yang dinaungi para pentolan band The 1975

Tak lama setelah single Coffee meledak, Bea mulai merilis beberapa EP. Masih mengusung tema bedroom lo-fi. Di tahun 2018, ia dikontrak label rekaman Dirty Hit. Sebuah label rekaman indie yang digawangi beberapa pentolah band The 1975 seperti Maty Healy dan George Daniel. Label ini juga menaungi penyanyi No Rome yang juga keturunan Filipina.

Selain musiknya, gayanya juga dibuat menyerupai penyanyi rock perempuan 2000an

Bea sudah punya gaya yang unik. Ia sering mengganti warna rambutnya. Namun, dengan rilis karya barunya, ia pun makin menghayati gaya pop-rock princess 2000an. Dengan gaun, sepatu boots, dan makeup gotik.

Mengaku masih ingin mengejar karier lain selain bermusik

Meski sudah mencicipi kesuksesan, Bea mengaku bahwa ia masih ingin mengejar karier di bidang lainnya. Bea berharap musik bukan satu-satunya bidang yang bisa ia geluti dan jadikan mata pencaharian. Mengingat ia sempat putus sekolah saat umur 17 tahun, mungkin Bea juga masih berharap ia bisa menyelesaikan pendidikannya.

Comments are closed.