Izin Usaha Bank Perkreditan Rakyat Dicabut

Izin Usaha Bank Perkreditan Rakyat Dicabut

Izin Usaha Bank Perkreditan Rakyat Dicabut Imbas Pandemik

Izin Usaha Bank Perkreditan Rakyat Dicabut – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Brata Nusantara, yang beralamat di Jalan Terusan Cibaduyut Nomor 12 B, Kabupaten Bandung. Kendati begitu, Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa LPS menyatakan kondisi tersebut tidak membahayakan kondisi perbankan.

“Jadi, masih dalam Poker IDNPlay Versi Mobile tren yang wajar serta tidak membahayakan sistem perbankan,” katanya melalui keterangannya, Kamis.

Likuditas dan permodalan masih memadai

Dia melanjutkan, stabilnya kondisi perbankan ditunjukkan oleh kondisi permodalan dan likuiditas yang memadai serta profil risiko yang terjaga.

‘Tekanan pada perbankan selama masa pandemi ini masih dapat dikendalikan dengan baik sehingga tidak membahayakan sistem perbankan,” ujarnya.

pencabutan izin usaha BPR Brata Nusantara dilakukan lantaran sampai batas waktu yang ditentukan, pengurus dan pemegang saham tidak mampu melakukan upaya penyehatan yang diminta OJK untuk keluar dari status BPR Dalam Pengawasan Khusus (BDPK).

Tidak memengaruhi

Menurut dia, angka BPR yang dicabut itu wajar, hampir sama dengan jumlah BPR yang ditangani LPS pada tahun-tahun sebelumnya.

“Proses likuidasi yang dilaksanakan LPS terhadap enam BPR tersebut tidak memengaruhi kondisi industri perbankan secara keseluruhan,” ungkapnya.

Dengan pencabutan izin usaha PT BPR Brata Nusantara, selanjutnya LPS akan menjalankan fungsi penjaminan dan melakukan proses likuidasi sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 Tentang Lembaga Penjamin Simpanan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2009.

Stabilitas sistem keuangan kuartal III disebut masih terjaga

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan stabilitas sistem keuangan nasional pada triwulan III 2020 tetap terjaga. Dia pun yakin kondisi ekonomi yang kena imbas pandemik COVID-19 bakal berangsur pulih.

“Indikator stabilitas sistem keuangan tetap berada pada kondisi normal di tengah masih tingginya ketidakpastian sebagai dampak dari pandemi COVID-19,” kata Sri Mulyani yang juga menjabat ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melalui jumpa pers virtual, Selasa.

OJK mengimbau nasabah PT Bank Perkreditan Rakyat Brata Nusantara agar tetap tenang karena dana masyarakat di perbankan termasuk BPR dijamin LPS sesuai ketentuan yang berlaku.

Comments are closed.