Jenis Seni Grafis dan Khas Seni Grafis

Jenis Seni Grafis dan Khas Seni Grafis

Jenis Seni Grafis dan Khas Seni Grafis

Jenis Seni Grafis dan Khas Seni Grafis, – Terdapat 7 jenis seni grafis yang umum terdapat di dunia. Ketujuh jenis ini dibedakan bersumber pada cara cetak yang digunakan dalam proses pembuatan. Ketujuh metode ini merupakan cetak stensil, cetak sablon, cetak dasar, kolagrafi, cetak dalam, cetak gambar, serta cetak besar.

Berikut pembahasan lengkapnya mengenai beberapa metode cetak tersebut :

Cetak Tinggi (Woodcut)

Metode woodcut biasa pula disebut dengan cetak timbul. Metode ini digunakan untuk membuat foto timbul pada permukaan media cetak. Bila ingin mengenali contoh benda yang memakai cetak besar hingga dapat memandang stempel.

Pada bagian dasar stempel senantiasa mempunyai bagian yang sudah dicetak timbul. Bagian ini nantinya merupakan tempat peletakan tinta SBOBET WAP yang akan ditekankan pada kertas. Media yang terkenal untuk cetak mencuat ini umumnya yang berbahan keras namun gampang dibangun, semacam kayu, besi, karet, metal, triplek serta lain sebagainya.

Metode cetak tinggi yang dikira sangat mempunyai nilai sani merupakan metode woodcut yang diketahui pada abad ke 14 oleh koptik Mesir. Umumnya metode ini digunakan untuk membuat motif pada kain tenun oleh orang Eropa. Salah satu seniman populer dalam bidang cetak tinggi ini merupakan Johannes Guttenberg.

Cetak Datar (Lithography)

Secara etimologi kata, lithography berasal dari bahasa Yunani, ialah Lithos serta graphein. Lithos berarti batu serta graphein berarti menulis. Sehingga, dapat dimaksud kalau lithography merupakan seni cetak yang dituliskan di atas batu.

Untuk memakai metode ini, seniman biasa membuat motif di atas batu (umumnya batu kapur yang sedikit lebih gampang dibangun), setelah itu mengolesnya dengan perona, serta setelah itu meletakkan media cetakan (umumnya kertas) ke atas ukiran yang sudah diberi perona tersebut.

Cetak Foto

Cara ini dapat dibilang sebagai metode modern serta memakai kamera untuk mengambil foto cetakan. Proses fotografi ini meliputi pencucian film serta pencetakan gambar. Hanya saja, metode ini saat ini sudah beralih jadi printing dengan perlengkapan otomatis serta tidak sering sekali yang memakai metode cetak gambar untuk mencetak gambar.

Cetak Dalam (Intaglio)

Cara intaglio ini merupakan metode seni grafis yang metode pembuatannya berbentuk menorehkan ataupun menggoreskan motif ke lempeng logam dengan barang tumpul. Media utama untuk menggambarkan motif disini merupakan lempeng logam, dapat berbentuk tembaga, besi, seng, kuningan, aluminium serta lain sebagainya.

Cara ini mempunyai beberapa sub – teknik lagi, yaitu :

  • Engraving

Metode ini memakai burin sebagai perlengkapan utama pemakaian metode serta pemakaian logam sebagai medianya. Cara pembuatannya merupakan dengan mengukir logam memakai burin. Setelah ukiran berakhir, oleskan cat ke segala permukaan logam, setelah itu cat itu dibersihkan sampai hanya tersisa di bagian yang diukir saja. Setelah itu, ukiran yang masih mempunyai cat dipress ke media cetak seperti kertas ataupun kain untuk memperoleh motif ukirannya.

  • Etsa

Etsa disebut pula dengan Etching merupakan metode cetak dalam yang memakai tembaga sebagai media ukir. Cara kerja metode ini sesungguhnya lumayan gampang, ialah dengan menutupi segala permukaan tembaga dengan parafin. Sehabis itu, permukaan parafin diukir dengan memakai duri etsa yang tajam sampai terlihat permukaan tembaganya.

Sehabis permukaan tembaga tergores pula, rendam segala permukaan logam dengan cairan asam supaya terjadi korosi pada permukaan yang tergores. Sehabis terjalin korosi, bilas segala parafin kemudian cetakkan saja ke media kertas dengan metode dipress dengan tekanan besar.

  • Mezzotint

Cara ini memakai perlengkapan spesial yang disebut dengan rocker. Metode kerjanya merupakan dengan mengerok permukaan logam serta meninggalkan kesan hitam cerah, gambar pula wajib terbuat agresif di beberapa bagian. Metode ini umumnya dipakai untuk mencetak gambar.

  • Drypoint

Cara ini sesungguhnya nyaris sama dengan engraving, ialah dengan membuat ukiran di atas permukaan logam. Hanya saja yang digunakan untuk mengukir merupakan perlengkapan runcing serta bukannya burin. Seniman yang menghadirkan metode ini merupakan seniman Jerman dengan julukan Housebook Master pada abad ke 15 Meter.

Cetak Saring (Silkscreen)

Cetak saring ini biasa disebut pula dengan cetak sablon, umumnya digunakan dalam pembuatan poster, spanduk, maupun foto pada kaos. Dalam memakai metode ini, umumnya para penyablon memakai cetakan yang terdiri dari bahan yang lentur, elastis, serta halus semacam kain kasa.

Kolagrafi

Cara kerja metode ini merupakan dengan meletakkan motif cetakan di dasar kertas, setelah itu kertas dicat ataupun diarsir dengan memakai pensil mengenakan penekanan. Setelah itu, kertas dilepas dari cetakan serta akan menciptakan objek foto yang timbul serta bagian yang tidak bergambar akan cekung.

Cetak Stensil

Cara kerja metode cetak stensil merupakan dengan memotong kertas cocok dengan motif yang di inginkan setelah itu di tempel ke media cetak. Setelah berakhir ditempel, media cetak akan dicat ataupun disemprot dengan cat semprot. Setelah cat kering, kertas tersebut akan dilepas sehingga meninggalkan motif di media cetakan.

Ciri Khas Seni Grafis

Seni grafis ialah cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya memakai metode cetak. Umumnya hasil karya seni grafis di atas kertas. Kecuali pada metode monotype, prosesnya sanggup menghasilkan kopian karya dalam jumlah banyak.

Inilah yang dinamakan dengan proses cetak. Cetakan seni grafis terbuat di atas permukaan yang dinamakan dengan plat. Plat yang jadi media cetakan ini meliputi papan kayu, plat logam, lembaran kaca akrilik, lembaran linolium ataupun batu litografi.

Seni grafis lain disebut dengan senigrafi ataupun cetak saring (screen-printing) memakai lembaran kain berpori yang direntang pada suatu kerangka.

Comments are closed.