Kebudayaan suku jawa yang masih populer hingga sekarang

Kebudayaan suku jawa yang masih populer hingga sekarang

Budaya suku jawa

Kebudayaan suku jawa yang turun temurun hingga sekarang – Budaya Jawa Tengah memiliki variasi “warna” yang lebih khas dari budaya lain. Budaya ini begitu erat hubungannya dengan mayoritas suku Jawa. Budaya khas Jawa Tengah sering diekspresikan dalam adat istiadat, tradisi hingga kehidupan sehar-hari. Kesenian dan budayanya begitu tersohor hingga ke penjuru Tanah Air. Bahkan beberapa diantaranya masih sering dipertunjukan dengan antusias penonton yang tinggi.

Kebudayaan suku jawa yang turun temurun hingga sekarang

Kesenian Wayang Kulit

Menurut kitab Centini, Kesenian wayang kulit konon dipopulerkan oleh Raja Jayabaya. Kesenian ini bahkan diyakini sebagai embrio beragam kesenian wayang lain saat ini. Wayang kulit terbuat dari lembaran kulit kerbau. Kulit-Kulit tersebut kemudian dikeringkan lalu dibentuk sesuai karakter tokoh. Gerakan dinamis wayang kulit terletak pada bagian siku-siku tubuhnya. Siku-siku ini kemudian disambung dengan sekrup dari tanduk. Kesenian ini dimainkan oleh seorang narator yang dikenal dengan sebutan dalang. Kesenian ini pun tidak boleh diperankan oleh sembarang orang.

Kesenian Tradisional Gamelan Jawa

Gamelan Jawa merupakan budaya Hindu yang diubah oleh Sunan Bonang. Salah satu karya Sunan Bonang dalam kesenian gamelan adalah tombo ati.  Kesenian ini bertujuan sebagai dorongan. Sampai saat ini, kesenian gamelan Jawa masih sering dipentaskan pada beberapa acara formal. Beberapa diantaranya seperti ritual budaya di keraton, hajatan dan berbagai acara-acara lainnya.

Ritual Kirab Seribu Apem

Kirab seribu apem adalah ritual yang digelar oleh masyarakat Kampung Sewu, Solo. Digelarnya ritual ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat Kampung Sewu. Kirab seribu apem biasanya diadakan setiap bulan haji. Di sisi lain, acara ini digelar untuk mengenalkan Kampung Sewu sebagai daerah pemroduksi apem. Tujuan lain diadakannya ritual ini ialah agar masyarakat terhindar dari bencana.

Ukiran Jepara

Para pengukir jepara ternyata pAndai menyesuaikan diri dengan gaya ukiran baru. Tak hanya membuat gaya ukiran yang khas Jepara saja, bahkan ukiran lain tidak kalah menarik. Meskipun beragam, sebaiknya ketika membuat ukiran tidak melupakan khas khas Jepara yang biasanya disebut dengan ukiran Jepara. Banyak yang mengatakan bahwa kebudayaan Jawa Tengah ini mengambil bentuk dedaunan dan daun tersebut disebut dengan wuni. Dan wuni tersebut merupakan jenis rerumputan liar yang banyak tumbuh di Jepara.

Pertunjukan Seni Sendratari Ramayana

Sendratari Ramayana adalah pertunjukan tari yang menggabungkan tari dan drama tanpa dialog. Pertunjukan ini biasanya diadakan pada bulan-bulan musim kemarau. Cerita yang diangkat pada kesenian ini adalah kisah Ramayana. Dimana pada ceritanya Rama berusaha menyelamatkan Sinta yang diculik oleh Rahwana. Pertunjukan ini sering dipentaskan, bahkan dari tahun 1961. Hingga saat ini, lokasi pertunjukan Sendratari Ramayana masih rutin dilakukan di kawasan Candi Perambanan.

Tidhek Siten

Menjadi bagian dari kebudayaan Jawa Tengah yang masih berjalan hingga sekarang. Upacara ini diadakan untuk para bayi yang baru pertama kali belajar berjalan. Upacara ini diadakan ketika bayi berusia tujuh bulan dan mulai belajar duduk dna berjalan ditanah. Dan secara keseluruhan upacara ini diselenggarakan supaya kelak nantinya dirinya dapat mandiri di masa depan.

Comments are closed.