Mengenal ardhito pramono penyanyi penikmat aliran jazz

Mengenal ardhito pramono penyanyi penikmat aliran jazz

ardhito pramono penyanyi aliran jazz

Mengenal ardhito pramono penyanyi penikmat aliran jazz- Penyanyi sekaligus penulis lagu asal Indonesia, Ardhito Pramono lahir di Jakarta, 22 Mei 1995. Selain seorang penyanyi, Ardhito pernah menjadi seorang creative planner dan juga music director. Kemudian pernah terlibat dengan penggarapan sebuah short film dan web-series.

Tidak hanya pandai menciptakan lagu, Ardhito juga pandai memainkan alat musik mulai dari gitar, piano hingga drum secara otodidak.

Seiring dengan kemajuan dunia digital, Ardhito pun memanfaatkannya untuk mengunggah musik-musik yang ia ciptakan sejak tahun 2013, ketika ia masih kuliah di JMC Academy, Australia, Jurusan Perfilman.

Setelah lulus dari JMC Academy, Ardhito membantu sang ayah untuk bekerja di perusahaan milik ayah-nya yang bekerja di bidang aircraft maintenance. Setelah setahun, Ardhito terpilih sebagai Top 6 MTV Indonesia VJ Hunt.

Album terbaru dari ardhito pramono

Ardhito Pramono menelurkan album terbaru berjudul Craziest Thing Happened in My Backyard. Di mini album ini, Ardhito mengungkap sisi gelap dan personalnya.

Kata backyard di judul albumnya ditafsirkan sebagai tempat dimana Ardhito menyimpan banyak kenangan baik, buruk, serta rahasianya. Berbagai hal ini diungkap dalam sederet lagu berjudul “Trash Talkin’”, “925”, “Here We Go Again/Fanboi”, “Plaza Avenue”, serta “Happy”.

Album ini adalah album mini keempat yang dirilis oleh Ardhito. Sebelumnya, dia merilis album Ardhito Pramono (2017), Playlist Vol.2 (2017), serta Letter to My 17 Year Old (2019). Selain empat album tersebut, Ardhito juga sempat merilis single untuk film Susah Sinyal dan Fine Today.

Lagu pertama di album ini, Trash Talkin‘” memiliki nuansa khas lagu-lagu Elvis Presley. Sementara itu, lagu “925 menggambarkan para pekerja kantoran yang sudah jenuh bekerja dengan nuansa musik bossa nova yang sangat kental. Lagu “Here We Go Again/Fanboi cenderung memiliki nuansa ceria dengan musik khas Disney.

Meskipun bisa dianggap sebagai lagu cinta, “Plaza Avenue mengungkap kebiasaan minum Ardhito. Sementara itu, “Happy justru mengungkap rasa penyesalan dan pertanyaan tentang pencapaian hidup.

Seluruh lagu di album ini ternyata sudah disiapkan untuk dirilis setiap 10 hari sejak 28 Februari 2020 lalu. Lokasi dari pembuatan video ini ada di Sydney, Australia dan diproduksi oleh Athevisuals dengan sutradara Ivan Saputra Alam. Ardhito ternyata juga merilis album ini dalam bentuk live session dalam Youtube Music Lens.

Memanfaatkan dunia digital sebagai kemajuan

Kemajuan dunia digital, Ardhito manfaatkan untuk mengunggah musik-musik yang ia ciptakan sejak tahun 2013, ketika ia masih kuliah di JMC Academy, Australia, Jurusan Perfilman.

Pertama tampil di YouTube, Ardhito meng-cover lagu milik AJ Rafael seperti She Was Mine. Setahun kemudian setelah lulus kuliah, pada 2014, ia mulai dikenal banyak orang.

Ia pun menciptakan lagu untuk direkam menjadi video. Lagu pertamanya berjudul I Placed My Heart, kemudian disusul dengan lagu What Do You Feel About Me.

Lagu kedua menjadi salah satu lagu yang paling banyak ditonton. Sebelum YouTube, ia juga sempat menggunakan saluran digital lain seperti Soundcloud dan MySpace. Namun, saat ini ia fokus di YouTube saja, “karena YouTube adalah platform yang paling sering di gunakan untuk memutar/mencari musik baru”.

 

Comments are closed.