Tepi Lidah Bergerigi atau Bergelombang

Tepi Lidah Bergerigi atau Bergelombang

Tepi Lidah Bergerigi atau Bergelombang,Saat bercermin dan mengamati lidah, pernahkah kamu mendapati perubahan pada tepi lidah yang bergelombang atau bergerigi seperti tercetak gigi? Kondisi ini dikenal dengan scalloped tongue atau “lidah bergigi”.

Umumnya scalloped tongue tidak menimbulkan bahaya, tetapi tetap perlu diwaspadai karena bisa mengindikasikan beberapa masalah kesehatan seperti kekurangan vitamin atau penyakit lain. Dilansir dari berbagai sumber, berikut penjelasan medis tentang kondisi lidah yang tampak bergerigi.

1. Gejala scalloped tongue

Tepi Lidah Bergerigi atau Bergelombang? Ini Penjelasan Medisnya 
ilustrasi scalloped tongue atau lidah bergigi (https://lefthip.com/)

Scalloped tongue juga dikenal sebagai pie crust tongue, lingua indentata, atau crenulated tongue. Seseorang dengan kondisi ini memiliki tepian lidah yang berlekuk-lekuk, bergelombang, atau beriak yang menyerupai gigi yang tercetak di sana.

Terkadang juga terdapat gejala tambahan seperti:

  • Rasa sakit, tetapi ini jarang
  • Kelembutan atau nyeri
  • Sedikit kemerahan secara keseluruhan
  • Sakit tenggorokan

2. Kondisi apa yang bisa menyebabkan lidah bergerigi?

Tepi Lidah Bergerigi atau Bergelombang? Ini Penjelasan Medisnya ilustrasi menggemeretakkan gigi (https://lefthip.com/)

Ada beberapa faktor yang dapat memicu timbulnya lidah bergerigi, antara lain:

  • Kebiasaan parafungsional, seperti menggemeretakkan gigi, mengisap pipi, atau mencabut gigi. Ini dianggap sebagai penyebab utama lidah bergigi
  • Kekurangan nutrisi tertentu seperti vitamin B12, zat besi, riboflavin, dan niasin yang penting untuk kesehatan mulut
  • Makroglosia, yaitu pembesaran lidah yang abnormal
  • Kondisi yang dapat menyebabkan pembengkakan lidah, seperti dehidrasi, merokok, infeksi, cedera, atau reaksi alergi, yang mana ketika lidah membesar akan menekan gigi dan menyebabkan lekukan gigi atau scalloped tongue
  • Kondisi kronis yang memengaruhi sendi temporomandibular, yaitu sendi yang menghubungkan rahang ke tengkorak. Misalnya disfungsi sendi temporomandibular
  • Sleep apnea, yaitu gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan berhenti sementara selama tidur. Kemungkinan ini terjadi karena tubuh menahan banyak air saat kekurangan oksigen, sehingga menyebabkan pembengkakan cairan di kepala, leher, dan lidah
  • Kondisi genetik seperti sindrom Down
  • Reaksi peradangan atau infiltratif (penumpukan sel atau jaringan abnormal), termasuk hipotiroidisme (rendahnya kadar hormon tiroid), sarkoidisme, amiloidisme (penumpukan protein yang dapat menyebabkan pembengkakan), angidema, tuberkulosis, atau neurofibromatosis
Comments are closed.